Pengetahuan umum

Alasan Ganja Tidak Dilegalkan Di Indonesia

Indonesia adalah salah satu Negara yang tidak mengilegalkan ganja di wilayahnya. Kenapa ya Indonesia tidak mengilegalkan? Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, ganja memiliki banyak manfaat seperti menyembuhkan kanker dan lainnya.

Alasan ganja diilegalkan oleh sebuah pemerintahan pasti sangat serius. Ilegalnya ganja di Indonesia karena banyaknya penyalahgunaanya dan lainnya.

Pada tahun 2011 ada sekelompok orang yang tergabung dalam legalisasi ganja nusantara (TGN) yang menyerukan aksi legalisasi ganja di Indonesia. Mereka melakukan aksi jalan dari silang Monas ke Tugu tani diwarnai orasi dan pertunjukan musik. Alasan mereka menyerukan adalah karena mereka melihat ganja sebagai tanaman yang memiliki banyak potensi positif. Rupanya walaupun mereka melakukan berbagai aksi lain, tetap saja tidak bisa direalisasikan dengan adanya undang – undang yang menyatakan bahwa ganja termasuk zat adiktif berbahaya. Mungkin saja bisa direalisasikan namun pasti menghabiskan waktu. Entah cepat atau lambat.

Baca juga : Kaktus Kepala Hitam

Alasan ganja diilegalkan menurut
Penasihat Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen (Purn) Jeanne Mandagi adalah karena bertentangan dengan beberapa hal. Berbagai upaya lain telah dilakukan untuk melegalkan ganja di Indonesia. Namun Penasihat Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen (Purn) Jeanne Mandagi mengatakan bahwa dapat dipastikan ganja tidak dapat dilegalkan di Indonesia karena legalisasi tersebut dinilai bertentangan dengan beberapa aspek. Diantaranya aspek hukum, fisik, psikologis, sosial, keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ada dua sisi ganja yang bertolak belakang. Yaitu disalahgunakan dan dijadikan sebagai obat. Jika ganja disalahgunakan, dapat berakibat buruk bagi tubuh. Akibatnya antara lain gangguan otak, gangguan pernapasan, gangguan jantung, gangguan kekebalan tubuh, gangguan kehamilan, gangguan pada sistem tubuh, dan lainnya. Tetapi jika dijadikan obat, ganja akan memiliki banyak manfaat. Seperti mengurangi nyeri hebat pada penyakit saraf, meningkatkan nafsu makan pada penderita AIDS dan tuberkulosis, mengurangi kejang pada penderita epilepsi. Memang tidak dapat meyembuhkan tetapi dapat mengurangi gejala yang timbul. Sedangkan di Indonesia marak sekali penggunaan ganja yang disalahgunakan sehingga timbul peraturan yang mengilegalkan ganja. Coba anda lihat di telivisi atau Koran – Koran berita pasti ada satu berita yang memuat tentang penyalahgunaan ganja.

Ganja disalahgunakan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Begitu anda mengkonsumsi ganja, kesadaran diri anda akan berkurang. Anda akan melakukan hal – hal yang dapat merugikan orang lain bahkan diri anda sendiri.  Apalagi kalau sudah overdosis, wah akan sangat susah hidup anda, harga ganja saja mahal belum lagi kalau tubuh anda membutuhkan dosis yang lebih tinggi. Bukankah pengeluaran anda akan banyak?

Di Indonesia ganja hanya diperbolehkan untuk penelitian badan resmi dan obat dengan dosis dokter. Tindak pidana akan mendatangi anda bila anda ketahuan mengkonsumsi ganja sembarangan. Apalagi jika anda seorang pengedar.

Ada argument yang mengatakan jika ganja dilegalkan lalu disalahgunakan, maka akan ada banyak tindak kriminalitas yang terjadi akibat kurangnya kesadaran. Morat – marit nanti Negara hanya gara – gara kurangnya kedisiplinan penggunaan ganja. Masyarakat Eropa disiplin jika menggunakan ganja. Sedangkan banyak dari pengguna ganja di Indonesia yang tidak disiplin menggunakan ganja sehingga tidak memungkinkan dilegalkannya ganja di Indonesia. 

Semakin lama semakin banyak pro dan kontra tentang ilegalnya ganja di Indonesia. Alasan ganja tidak dilegalkan membuat banyak pendapat. Tidak sedikit kasus penggunaan ganja yang membuat kita berpikir kembali apakah ganja boleh di legalkan di Indonesia. Seperti Kasus seorang suami yang memiliki istri yang mengidap penyakit kanker. Karena sudah tidak ada harapan lagi, dia pun menanam ganja untuk dijadikan obat untuk istrinya. Begitu dia ketahuan, dia pun ditindak pidana dan tak lama setelah itu istrinya meninggal karena tidak ada yang memberinya ganja untuk dikonsumsi. Sedangkan untuk kasus lain adalah ada seorang mahasiswa yang menyalahgunakan ganja. Tetapi dari kasus tersebut? Bukankah lebih baik memandang semuanya dari segi positif? Walaupun tetap saja ganja susah untuk dilegalkan di Indonesia.

Baca juga : Kaktus Kepala Hitam

No Comments

    Leave a Reply