The Daily Journal

Apa Itu Genius Learning?

Apa Itu Genius Learning? Seperti Apa Itu Genius Learning? Bagaimana cara kerja genius learning?

Genius learning adalah strategi pembelajaran yang membuat proses pembelajaran menjadi efektif, efisien, dan menyenangkan. Strategi pembelajaran ini adalah nama lain dari accelerated learning atau cara belajar yang dipercepat. Bisa dikatakan genius learning hampir mirip accelerated learning Karena dasar prinsip nya sama seperti accelerated learning. Accelerated learning banyak digunakan di luar negeri.

Selain accelerated learning, nama lain dari Genius learning adalah quantum learning, quantum teaching, super learning, efficient and effective learning. bedanya jenis dongeng dan accelerated learning adalah jenis dan Ning lebih cocok untuk masyarakat Indonesia karena sudah mempertimbangkan keberagaman kondisi ekonomi dan sosial. Buku tentang Genius learning adalah buku jenis dering strategi karya Dr. Dr. Adi W. Gunawan, ST., MPd., CCH.

Baca juga :
Kegiatan Positif Yang Dapat Dilakukan Selama Masa Karantina
Tutorial Mengumpulkan Tugas Di Google Classroom

Tujuan utama dari jenis learning adalah menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, dan menyenangkan. Tentunya ada beberapa trik yang berbeda daripada metode pembelajaran lainnya. Genius learning memiliki beberapa prinsip pokok accelerated learning. Berikut ini prinsip-prinsipnya :

  1. Belajar menggunakan aktivitas sering menghasilkan hasil positif daripada belajar menggunakan presentasi,
  2. Peserta didik terlibat total dalam meningkatkan proses pembelajaran,
  3. Belajar bukanlah mengumpulkan informasi secara pasif tetapi menciptakan pengetahuan secara aktif.

Langkah – langkah pembelajaran genius learning :

  1. Suasana Kondusif
    Lingkungan harus mendukung dengan cara membangun dan mengembangkan lingkungan belajar yang positif dan kondusif. Syaratnya adalah guru menciptakan iklim belajar yang kondusif sebelum memasuki pembelajaran inti dan siswa tidak memiliki rasa takut dan tidak ada tekanan psikologis. Kelas yang bersih dan nyaman sangat baik untuk proses pembelajaran.
  2. Hubungkan
    Ada penghubung antara pengetahuan yang sudah siswa ketahui dengan apa yang akan siswa pelajari. Dengan begitu siswa tidak merasa begitu asing dengan pengetahuan yang akan dipelajari. Misalnya hubungkan dengan memberikan pertanyaan.
  3. Gambaran besar
    Guru memberikan gambaran besar keseluruhan yang akan dipelajari. Ini dilakukan sebelum pembelajaran dimulai. Siswa akan mengetahui apa yang akan dipelajari gambaran besar dapat diperoleh dari ringkasan keseluruhan yang akan dipelajari.
  4. Tetapkan Tujuan
    Di tahap inilah proses pembelajaran baru dimulai. Apa yang akan dicapai pada akhir pembelajaran harus dijelaskan oleh siswa. Tentunya siswa harus tahu apa yang akan dicapai pada akhir. Apa yang akan dicapai bisa dijelaskan per kelompok ataupun secara pribadi.
  5. Pemasukan Informasi
    Di tahap ini guru akan memberikan informasi yang akan diajarkan. Informasi ini berupa pengetahuan yang akan diajarkan. Informasi dapat dimasukkan menggunakan berbagai metode dan gaya mengajar. Jika proses pemasukan informasi unik dan menarik, memori jangka panjang akan terakses. Misalnya menggunakan sebutan lucu untuk tiap rumus yang akan dihafalkan oleh siswa.
  6. Aktivasi
    Pada tahap memasukkan informasi, siswa belum memiliki informasi yang diberikan. Hal ini terjadi karena penyampaian informasi baru satu arah ( guru ke siswa ). Untuk membuat siswa merasa memiliki informasi maka dilakukan tahap aktivasi. Aktivasi adalah proses yang membawa siswa pada tingkat pemahaman yang lebih dalam. Pada proses ini menyampaikan materi dapat melalui metode diskusi.
  7. Demonstrasi
    Tahap ini adalah tahap pengujian pemahaman siswa. Pengujian tersebut dilakukan langsung pada saat itu juga untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.
  8. Tinjau Ulang dan Jangkarkan
    Lakukan pengulangan tiap akhir sesi, tambahkan kesimpulan dari apa saja yang telah dipelajari. Ulangi ringkasan beberapa poin untuk meningkatkan daya ingat. Tekankan poin-poin yang penting.

Baca juga : Struktur Dasar Penyusun HTML(Tag, Elemen, dan Attribut)

Sekian, terimakasih, dan semoga bermanfaat:)