Pemrograman Dasar Pengetahuan

Apa itu konsep MVC? Berikut Contoh dan Penjelasannya

Pernah dengar istilah MVC? atau baru tau sekarang? Biasanya sih anak programming pasti pernah denger. Yang satu ini mungkin pernah kamu abaikan. Tapi tahukah kamu?

MVC sangat penting dalam memudahkanmu membuat suatu aplikasi web tanpa tercampur – campur. Berikut penjelasannya ….

Konsep MVC sendiri adalah singkatan dari Model – View – Controller. Dia termasuk salah satu prinsip SoC (pembagian secara fokus). Asal muasal konsep MVC adalah dari bahasa SmallTalk. Konsep MVC adalah konsep arsitektural yang membagi suatu pengembangan aplikasi menjadi 3 bagian komponen logika yaitu, model, view, dan controller.

Berikut penjelasan 3 bagian utama untuk membagikan bentuk aplikasi dalam konsep MVC :

  1. Model : Bagian kode aplikasi yang berhubungan langsung dengan basis data ( Mengolah data sesuai dengan instruksi dari controller, namun model tidak termasuk database).
  2. View : Bagian kode yang berhubungan dengan tampilan ke pengguna (tampilan yang ditampilkan ke user).
  3. Controller : Bagian kode yang menghubungkan antara model dan view ( berisi kode – kode perintah untuk meminta data dari model yang ketika user meminta data, controller bertugas memanggil).

Konsep MVC memiliki fungsi sebagai pemisah antara model dan view sehingga mempermudah dalam pengembangan aplikasi.

Beberapa Framework bahasa pemrograman menggunakan konsep MVC (Framework : software bersifat penggunaan ulang suatu library yang ada di dalam software tersebut).

Framework Python yang menggunakan konsep MVC :

  1. Django,
  2. Turbogears2,
  3. Watson-Framework.

Framework PHP hampir semuanya menggunakan konsep MVC, berikut framework framework tersebut :

  1. Symfony,
  2. Cake PHP,
  3. Laravel,
  4. Zend,
  5. CodeIgniter.

Ternyata JAVA juga memiliki framework yang menggunakan konsep MVC, yaitu :

  1. Hibernate
  2. Spring.

Framework Nodejs juga ada yang menggunakan konsep MVC, yaitu :

  1. Express
  2. Adonis,
  3. Sails.js,
  4. Total.js,
  5. Mean.js,
  6. dll.

Contoh konsep MVC sederhana adalah pada saat kita mengunjungi salah satu halaman aplikasi web.

Alur :

  1. Browser berhubungan dengan server agar bisa mengakses halaman,
  2. Permintaan yang kita minta dibrowser ditangani oleh controller,
  3. Controller melakukan pemanggilan ke model untuk mendapatkan data yang sesuai dan mempersiapkan data untuk ditampilkan,
  4. Controller memberikan data yang dipakai dan diperlukan pada view,
  5. View menampilkan data, informasi, dan berbagai elemen antarmuka pada kita.

Karena kemudahan untuk mengembangkan web dalam konsep MVC, sebuah tim pengembangan website bisa berkonsentrasi hanya pada tiap – tiap bagian saja. Seperti programmer berkonsentrasi pada pengembangan core-system saja, sedangkan web designer bisa berkonsentrasi pada tampilan web saja. Kendati demikian, harus ada komunikasi yang baik antara programmer dan designer. Jadi konsep MVC sangat membantu pengembangan karena semuanya akan lebih cepat dan lebih tidak ruwet.

Keuntungan jika kamu menggunakan framework MVC :

  1. Terbantu dalam membuat kodingan yang bersifat repetitif,
  2. Source code yang akan dengan sendirinya mengikuti struktur file yang ada di framework,
  3. Manajemen source code lebih mudah.

Ingin tau tentang sejarah dan asal muasal bahasa pemrograman C++? Silahkan klik disini

*diambil dari berbagai sumber

Terimakasih dan semoga bermanfaat:)

You Might Also Like...

No Comments

    Leave a Reply