Sejarah Kabupaten Situbondo dan Awal Mula Berdirinya

By | February 9, 2019

Sejarah Kabupaten Situbondo melewati berbagai hal. Termasuk suka dan duka kota ini. Tertulis dalam sejarah bahwa sejarah Kabupaten Situbondo melewati banyak pembangunan.

Kabupaten Situbondo dulunya bukanlah bernama Kabupaten Situbondo, tetapi Besuki. Semua berawal dari Adipati pertama atau Bupati pertama kota Besuki yaitu, Raden Sutiknyo. Raden Sutiknyo adalah anak angkat Raden Tumenggung Prawiro Adiningrat, seorang Adipati di Puger (daerah Jember). Karena Raden Sutiknyo melihat ayahnya setiap hari, beliau mengenal tata pemerintahan sedikit demi sedikit.

Pada masa dewasanya, beliau bergabung dengan Pasukan Barisan. Beliau sangat berprestasi. Oeh karena itu, ia menyandang pangkat Kapten Pasukan Barisan Sumenep. Awal – awal tahun 1818, Kadipaten Besuki mengalami kekosongan jabatan Adipati. Pemerintah Hindia Belanda meminta pertimbangan kepada Sultan Sumenep tentang siapa yang pantas mendapatkan kursi jabatan Adipati Besuki. Setelah dipertimbangkan oleh Sultan Sumenep, maka terpilihlah Raden Sutiknyo. Nama lain Raden Sutiknyo adalah Raden Ario Prawiro Adiningrat 1. Setelah diresmikan berdasarkan Besluit Gubernur Hindia Belanda Nomor 28 tertanggal 15 Agustus 1818, beliau mendapatkan gelar KPRTA Adipati Ario Prawiro Adiningrat 1.

Begitu beliau resmi menjadi Adipati Besuki, ambisi besar beliau adalah membangun Besuki. Pertama beliau membangun kantor Adipati yang terletak di selatan Alun – alun. Dibangun di tanah seluas 2 hektar yang terdiri dari Rumah dan perkantoran Adipati Besuki.

Inwoner Van Besuki 1907

Hal kedua yang dilakukan sang Adipati adalah membenahi administrasi pemerintahan dengan mengangkat demang di kota Besuki, Mlandingan, Bungatan, Binur, dan beberapa daerah lainnya. Kemudian beliau mendirikan sekolah pribumi dengan 3 kelas yang gurunya adalah orang – orang Belanda. Tujuan didirikannya sekolah ini adalah untuk generasi muda yang maju dan tidak buta huruf. Pemuda yang lulus akan langsung direkrut membantu pembenahan administrasi pemerintahan. Beliau membentuk lembaga kas negara.

Baca Juga : Bijak Belanja Sebagai Remaja Hemat

Hal ketiga yang dibangun adalah menara Masjid Jami’ Besuki. Tujuannya adalah menambah kemegahan bangunan masjid dan juga untuk muadzin mengumandangkan adzan.

menara Masjid Jami’ Besuki pada masa itu

Kenudian, beliau membangun Penjara Mlambung didaerah Mlambung. Penjara ini lengkap dengan pos – posnya sebagai keamanan. Karena kesadaran sang Adipati, maka dibangunnya pelabuhan agar dapat terhubung dengan dunia luar. Dari sinilah bermunculan banyak etnis yang tinggal didaerah Besuki. Mulai dari etnis Sulawesi yang menempati perkampungan di perkampungan Mandar, etnis Madura di perkampungan Maduran, etnis Cina di perkampungan Pecinan, etnis Arab di perkampungan Arab.

Pertumbuhan perekonomian yang sangat pesat, membuat Adipati membangun kantor Bea Cukai umtuk menarik pajak bagi pedagang yang berniaga di Pelabuhan Besuki.

Pembangunan yang dilakukan oleh sang Adipati bukan hanya di wilayah pusat kota saja, tetapi di Panarukan (Situbondo) juga dibangun berbagai saran seperti, Dam Sluice dan lainnya.

Pembangunan – pembangunan inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Situbondo.

*diambil dari berbagai sumber

Baca Juga : Jenis – Jenis Kain Kerudung yang Cocok Untuk Wilayah Tropis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *