Cara Laba – Laba Membuat Sarangnya

Cara Laba – Laba Membuat Sarangnya ? Bagaimana cara laba – laba membuat sarangnya? Apa yang mereka gunakan untuk membuat sarang?

Sarang laba – laba dibuat sendiri oleh seekor laba – laba tanpa meminta bantuan laba – laba lainnya. Ada beberapa hal yang menarik tentang seekor laba-laba. Laba-laba bisa hidup di atas air, di tanah, atau bahkan di dalam tanah tergantung dari jenis laba-laba itu.

Baca juga :
Apa itu Intent ? Yuk Berkenalan Dengan Intent
Cara Berpindah Activity Menggunakan Intent Pada Android Studio (++ Tutorial)

Ukuran tubuh laba-laba berbeda – beda tiap jenisnya, berkisar dari tiga inchi sampai kepada jenis yang hampir tak terlihat alias sangat kecil. Salah satu jenis laba-laba, yaitu laba-laba raksasa yang disebut Tarantula, dia hanya memakan burung dan dapat bertahan hidup hingga 15 tahun lamanya. Namun kebanyakan jenis laba-laba yang lain hanya bisa hidup selama satu tahun saja. Ada lagi hal yang juga penting lain yaitu laba-laba bukan termasuk kelompok serangga. Laba-laba termasuk ke dalam kelompok binatang yang disebut Arakhnida yang berbeda dengan kelompok serangga.

Kamu tau laba – laba tidak membuat rumah mereka dari bahan diluar. Ia mampu membuat rumah dari bahan yang keluar dari dalam tubuhnya sendiri. Cara Laba – Laba Membuat Sarangnya ? Bagaimana ia membuat rumahnya? Apakah dia tidak lelah membangun rumahnya sendirian saja?

Pertama laba – laba membuat pondasi horizontal. Dia membuatnya dengan cara menyemprotkan benang dengan mencukupi seperti menerbangkan layang – layang. Dengan menggunakan angin, dia menambatkan ujung benang yang lengket ke titik seberang yang dia targetkan. Mirip sama keahlian navigasi pilot ya gaesss.

Ke dua dia membangun titik pusat radius memakai kalkulasi trigonometri. #wah laba – laba ternyata pinter matematika:V. Caranya adalah mencari titik ayun terendah dari benang pondasi. Dari titik tersebut ia lalu menariknya secara vertikal dengan mengaitkan sebuah benang dan turun vertikal hingga ke dasar bawah membentuk huruf “Y”.

Yang ketiga adalah perimeter bangunan. Laba – laba membangun ini untuk pondasi paling luar. UNtuk bentuknya sih menyesuaikan dengan lingkungan, bisa kotak, pentagonal, heksagonal, dan lainnya.

Selanjutnya atau yang kelima adalah membangun pondasi ruang dalam dengan memakai jari – jari yang simetris. Dia merajut benang-benang dari titik pusat ke perimeter pondasi atau sebaliknya hingga membentuk jari-jari seperti jari – jari yang ada pada sepeda. Jaring-jaring simetris berguna untuk mengisolasi kerusakan pada sektor tertentu dalam jaring jadi walaupun ada benang putus, hal itu tidak akan mempengaruhi stabilitas seluruh jaring.

Pada tahap ke enam dia membangun jaring spiral yang
dimulai dari titik pusat radius menuju perimeter pondasi. Pada umumnya pola geraknya mirip seperti sebuah galaksi atau putaran rotasi planet-planet di tata surya. Fungsinya adalah untuk jaring perangkap dan perangkap air laba – laba.

Dan yang terakhir adalah stabilimentum. Merupakan
jaring ornamen tambahan yang berfungsi untuk memikat mangsa.

Baca juga : Tips Melangsingkan Badan Tanpa Obat

*diambil dari berbagai sumber

terimakasih dan semoga bermanfaat:)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *