Pengetahuan umum

Cara Menanam Kopi

Kamu pecinta kopi? Apakah kamu ingin menanam kopi sendiri?

Biasanya kopi ditanam di daerah dataran tinggi. Hanya sedikit jenis kopi yang dapat ditanam didataran rendah, bahkan mungkin hanya satu jenisnya. Kopi sendiri tidak ditanam secara langsung secara sembarangan. Tetapi melalui beberapa tahap agar kopi yang ditanam tumbuh dengan baik dan menghasilkan kopi yang baik pula.

Kamu ingin bisa menanam kopi? Tenang aja, gak harus petani lama yang bisa, kamu pasti bisa kok asalkan ada niat. Capcus….. kita baca bagaimana cara dan tahap – tahap menanam kopi dengan benar.

  1. Persiapkan lahan : Lahan yang digunakan adalah lahan yang memiliki suasana agak teduh dan tidak terpapar sinar matahari langsung lebih dari 6 jam, ketinggian tanah minimal 60 meter dpl sampai 800 meter dpl, iklim tropis, tanah dengan unsur hara yang cukup, tanah harus gembur, dan memiliki kadar keasaman tanah (pH) 5,5 – 6,5. Kalau kamu sudah mendapatkan lahan dengan ciri – ciri tersebut mari lanjut ketahap kedua.
  2. Tanam pohon peneduh : Kalau kamu Tanya buat apa pohon peneduh, jawabannya adalah untuk melindungi tumbuhan kopi dari paparan cahaya. Pilihlah pohon yang cepat tumbuh dengan insensitas daun yang tidak terlalu rimbun. Cobalah menanam sengon ataupun lamtoro sebagai peneduh. Tunggu hingga agak tinggi dan membuat suasana teduh pada lahan, biasanya ini mengambil waktu kurang lebih 2 tahun.
  3. Olah lahan taman : Setelah pohon peneduh sudah tumbuh dengan baik, maka tahap selanjutnya adalah mengolah lahan tanam. Untuk mengolah lahan tanam pertama yang harus dilakukan adalah buat lubang dengan ukuran sekitar 30 x 30 cm dengan kedalaman yang juga 30 cm, buatlah lubang lubang lainnya yang ukurannya sama dengan jarak yang teratur ( jarak antar lubang minimal 2 meter ), kemudian suci – hamakan lubagn tersebut menggunakan bakterisida dan fungisida.
  4. Berikan pupuk dasar : Tahap ini adalah tahap yang paling penting. Kamu bisa mencampur pupuk agar dapat yang terbaik. Perbandingan campurannya adalah 1:1 atau pun 1:2 ( kompos : kandang ). Campurkan kedua pupuk yang sudah ditakar secara merata, masukkan pupuk yang sudah dicampur secara merata ke lubang yang telah diolah, siramkan EM4 ( microorganisme pengurai ) bersama dengan air ( dapatkan di toko pertanian), taburkan insektisidabubk untuk mencegah serangan uret dan orong – orong, tutup lubang tersebut dan biarkan agar pupuk terurai sekitar 2 minggu.
  5. Pembibitan biji : Kopi dapat dibibt melalui 2 cara, yaitu pembibitan vegetatif cangkok maupun generatif. Namun kali ini kita akan menggunakan pembibitan biji secara generatif. Karena cara generatif memiliki keunggulan pohon lebih kuat, tanaman lebih tahan penyakit, tanaman lebih produktif dibanding induknya.
  6. Penanaman bibit : Siram bibit sebelum dipindah, tunggu hingga sore hari lalu tanam bibit, selesaikan penanam bibit sekali waktu, buat gundukan tanah gembur melingkar disetiap pangkal tanaman agar air mudah meresap dan tidak menggenang, segera sirami bibit yang sudah ditanam, seleksi tanaman yang sakit, tumbuh tidak normal dan yang tumbuh abnormal setelah 2 minggu penanaman lalu diganti dengan bibit baru.
  7. Perawatan tanaman kopi : Gak cuman perempuan yang butuh perawatan. Kopi juga butuh loh…… hal pertama untuk perawatan tanaman kopi adalah penyiraman, penyiangan, pemupukan susulan, pemupukan dasar ulang, dan yang terakhir adalah panen kopi.

Kopi dapat dipanen setelah berumur 2,5 tahun hingga 3 tahun. Biasanya masa panen bisa hingga 1 bulan. Buah kopi yang terbaik adalah buah kopi yang sudah matang dengan warna merah.

Begitulah tahap – tahap dan cara bagaimana menanam kopi dengan benar. Apakah kamu tertarik menjadi petani kopi?

Kota – Kota dengan Permintaan Kopi Terbesar di Dunia

No Comments

    Leave a Reply