Guru Cerdas Mengajar Menghasilkan Siswa Berhasil

Guru Cerdas Mengajar Menghasilkan Siswa Berhasil
Guru Cerdas Mengajar Menghasilkan Siswa Berhasil

Guru Cerdas Mengajar Menghasilkan Siswa Berhasil? Mengapa Guru Cerdas Mengajar Menghasilkan Siswa Berhasil? Apa saja faktor keberhasilan mengajar?

Pendidikan merupakan hal terpenting di Indonesia. Dengan pendidikan, banyak hal yang bisa tercapai. Ilmu dan karakter yang didapatkan juga menentukan keberhasilan dalam menempuh pendidikan. Seseorang yang sangat berpengaruh pada berhasilnya pendidikan siswa adalah guru. Guru dapat menjadi orang yang sangat berjasa karena sudah memberikan kita banyak ilmu. Bagi beberapa orang belajar secara mandiri mungkin seru tetapi tidak semua orang bisa menangkap ilmu dengan baik jika belajar secara mandiri. Pada akhirnya kita tetap membutuhkan guru yang akan berbagi ilmu dan mengajarkan karakter pada kita.

Baca juga :
Preview Smartphone Gaming ASUS ROG Phone 3 – The Ultimate Winner
Setter dan Getter Pada Pemrograman Berorientasi Objek

 

Menurut KBBI, guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Kita sering menyebut guru sebagi pahlawan tanda jasa. Bagaimana tidak? Guru akan menuntun dan memberikan ilmu selama kita sekolah. Definisi guru tidak harus guru yang mengajar di sekolah. Pengajar les atau kursusan juga bisa disebut guru. Tidak hanya itu, pelatih bela diri juga disebut guru. Begitu pentingnya kualitas guru dalam kehidupan ini. Pengalaman belajar luar biasa akan dirasakan oleh siswa jika guru berhasil mengajar. Saya akan ceritakan beberapa pengalaman, pengalaman saya sendiri sebagai siswa dan pengalaman orang lain yang saya wawancarai.

Saya mulai dari pengalaman seseorang yang baru saja saya wawancarai. Beliau adalah Ibu Ayudha, bisa dipanggil Ibu Ayu. Dulu Ibu Ayu pernah bersekolah dasar di Bengkulu, Sumatra Selatan. Di sana ia sempat berputus asa karena pindah dari pulau Jawa. Ayu kecil mengira bahwa pendidikan di pulau Jawa pada saat itu adalah yang terbaik. Namun siapa sangka Ibu Ayu mendapatkan guru yang sangat hebat. Guru tersebut bernama bapak Jaruki, asalnya dari Brebes, Jawa Tengah. Beliau mengajar hanya tujuh orang saja di bangku kelas lima SD, sewaktu itu di pulau Sumatra kesadaran untuk mengeyam pendidikan sangat kurang. Ketelatenan beliau sebagai guru dalam menjelaskan dan mengejar membawa nama baik bagi sekolah dan siswa yang diajar olehnya. Karena guru tersebut terciptalah kecerdasan empat orang anak.

Keempat anak tersebut memiliki kemampuan berbeda – beda sesuai bidangnya. Memang prestasi mereka hanya prestasi akademik, namun sangat hebat di bidangnya. Ibu Ayu diajari Matematika, satu temannya diajari PPKN, satu temannya diajari Sastra, dan satu temannya lagi diajari IPA. Setelah dilatih berminggu – minggu, siswa – siswanya menjadi lebih cerdas daripada sebelumnya, tentu dipelajaran masing – masing. Mereka mengikuti olimpiade pertama dan berhasil membawa banyak piala. Hingga olimpiade selanjutnya dan selanjutnya tetap saja dimenangkan. Siapa yang berhasil? Gurunya yang berhasil mencetak anak – anak baik dan cerdas.

Jika ditanyakan kenapa guru tersebut berhasil? Alasannya adalah wawasan dan metode yang beliau gunakan untuk memberikan pelajaran pada murid – muridnya. Dulu cara mengajar beliau mungkin hanya ditemukan di pulau Jawa dan merupakan cara mengajar terbaru yang efektif pada masa itu. Beliau pindahan dari pulau Jawa dan memiliki watak yang menyenangkan. Ibu Ayu mengaku sering diberikan soal – soal latihan yang kemudian di bahas bersama secara mendetail sampai ke akar – akarnya. Tak jarang Bapak Jaruki menyelipkan humor dan candaan pada saat mengajar sehingga anak muridnya tidak bosan belajar. Selain soal – soal latihan, Bapak Jaruki juga sering memberikan quiz tanya jawab pada anak muridnya. Ternyata metode menggunakan quiz efektif untuk melatih kecepatan dan kecerdasan ini sangat berhasil. Pada masa itu jarang ada guru yang bisa memberikan quiz efektif. Menurut Ibu Ayu, quiz yang diberikan oleh guru lainnya kurang menantang. Pak Jaruki selalu memberikan yang terbaru dan lebih sulit daripada sebelumnya. Lalu beliau akan menjelaskan pada anak muridnya. Metode mengajar ini sangat menarik, beliau sangat sangat menguasai segala media mengajar yang ada pada masa itu sehingga pembelajaran berlangsung dengan baik.

Yang kedua adalah pengalaman pribadi saya sendiri. Sewaktu itu saya masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Saya murid biasa – biasa saja yang tidak memiliki gairah belajar dan hanya ingin bermain dengan teman – teman. Suatu hari saya mendapatkan pelajaran matematika. Guru yang mengajar saya di kelas 2 sekolah dasar adalah Ibu Endang. Ibu Endang terkenal dengan ketegasannya dalam mengajar. Saya yang baru tahu tambah kurang merasa takut menghadapi pelajaran matematika. Sampai – sampai sebelum pelajaran berlangsun, saya beranikan diri bertanya pada kakak kelas tiga untuk mengetahui konsep perkalian dan pembagian. Namun saya tetap tidak mengerti. Pelajaran pun dimulai, saya mengerti dengan baik apa yang beliau ajarkan. Bu Endang tidak segalak yang dirumorkan, tetapi sangat tegas. Disitulah saya merasa saya bisa melakukan perhitungan dengan baik, saya senang karena bisa dan sangat berterimakasih pada Bu Endang.

Setelah beberapa bulan di semester pertama pada saat kelas dua sekolah dasar, saya menjumpai materi matematika yang baru saya kenal sekarang dan tidak terpikirkan akan saya pelajari. Saya waktu itu cuma bisa haha hihi sebagai anak yang periang dan suka bermain petak umpet. Materi pelajaran yang diberikan oleh Bu Endang adalah tentang waktu, yaitu jam, menit, dan detik. Awalnya saya mengerti namun lama kelamaan saya menjadi bingung karena sewaktu pelajaran saya sibuk membuat pesawat terbang dari kertas. Kemudian Bu Endang memberikan latihan soal pada kami semua. Saya tidak mengerti dan ingin bertanya. Namun saya urungkan ketika melihat teman saya yang dimarahi. Saya tidak tau kenapa dia dimarahi.

Saya memberanikan diri mengumpulkan jawaban ke depan. Apa yang saya dapatkan? Saya diberikan hadiah menggunakan satu buah lidi berkali – kali. Awalnya saya ingin menangis, namun Bu Endang membuka suara, begini yang dia ucapkan “Kamu harus belajar yang benar, ibu lihat kamu bermain – main dibelakang sana. Jangan hanya bermain, kamu ini pintar tapi hanya kurang mendengarkan”. Saya terdiam. Sewaktu saya kecil tidak ada yang bilang saya pintar, kebanyakan orang yang saya temui selalu membuat saya down. Tiba – tiba lidi tersebut tidak terasa walaupun sangat perih ketika sampai dirumah. Akhirnya saya memutuskan untuk belajar matematika dengan benar. Perih yang saya rasakan waktu itu malah membuat saya bahagia. Tanpa itu saya tidak akan menjadi kuat dan konsisten dalam belajar.

Saya yang benci matematika malah menyukainya. Setiap kali Bu Endang mengajar, saya selalu hadir dan duduk didepan bertukar kursi dengan teman lainnya. Saya adalah orang yang pertama kali mengangkat tangan jika ada quiz dan soal – soal di papan tulis. Perlahan – lahan tapi pasti, pemahaman dan nilai saya meningkat. Kepercayaan diri saya meningkat hingga saya bisa menyelesaikan pelajaran matematika di sekolah dengan baik hingga saya lulus SD. Setalah dipikir – pikir, Bu Endang sangat berjasa dalam kemajuan yang saya buat. Beliau memiliki andil yang sangat besar. Ya, semua guru pasti memiliki Andil yang sangat besar bagi kemajuan anak muridnya. Karakter Bu Endang sangat bagus, selain itu dia juga sangat berwawasan luas. Dalam bertutur kata, beliau sangat pintar, beliau berhasil meyakinkan saya bahwa saya berpotensi. Dari saya yang mengira saya bodoh hingga saya yang berhasil tidak merendahkan diri lagi.

Dari kedua pengalaman diatas, kita melihat bahwa guru dan kecerdasan guru sangat penting bagi kemajuan seorang anak di Indonesia. Salah satu faktor keberhasilan mengajar guru adalah wawasan yang luas. Beliau – beliau inilah yang akan menanamkan karakter, wawasan, dan ilmu untuk anak – anak muridnya. Kualitas guru harus terjaga dan terus diasah. Sebagai seorang siswa, saya sangat berterimakasih kepada semua guru – guru di Indonesia yang pantang menyerah memberikan kami ilmu dan wawasan. Memang pengalaman – pengalaman diatas belum disentuh oleh teknologi seperti sekarang. Guru zaman sekarang harus pandai menggunakan teknologi yang ada untuk menunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Apalagi pada saat pandemi seperti sekarang, semuanya serba online.

Salah satu faktor keberhasilan mengajar guru adalah wawasan yang luas. Selain itu, metode dan media pembelajaran juga sangat penting. Tentunya kita membutuhkan guru yang berwawasan dan menguasai bidang yang dia ajarkan. Karakter seorang guru juga menentukan bagaimana dia akan mengajar. Jika Anda adalah seorang guru dan masih merasa belum sempurna dan kurang berwawasan sebagai guru, Anda dapat mengikuti Pelatihan Guru di GuruInovatif.id untuk menambah wawasan dan skill mengajar. Sudah banyak Guru Belajar Mengajar di GuruInovatif.id. Beliau semua benar – benar ingin memberikan yang terbaik pada anak muridnya. Apakah Anda tau apa itu GuruInovatif.id? GuruInovatif.id adalah Tempat Belajar Guru yang efektif dan luar biasa. Di GuruInovatif.id, Anda akan mengikuti pelatihan dan pelatihan di GuruInovatif.id tidak sedikit. Anda dapat menemukan pelatihan yang ingin Anda ikuti untuk menambah skill Anda sebagai seorang guru di masa modern ini. GuruInovatif.id adalah tempat Sertifikasi Guru. Sudah banyak Guru Belajar Mengajar di GuruInovatif yang berhasil mendapatkan ilmu baru. Guru Cerdas Mengajar Menghasilkan Siswa Berhasil.

Baca juga : Nokia Digandeng NASA Akan Pasang 4G LTE di Bulan

Sekian, terimakasih, dan semoga bermanfaat:)