Jenis Usaha Berdasarkan Skalanya

Jenis Usaha Berdasarkan Skalanya

Apa saja jenis – jenis usaha berdasarkan skalanya? Seperti apa jenis – jenisnya? Apa saja contoh – contohya?

Usaha adalah kegiatan yang manusia lakukan untuk mencari, mencapai, atau menciptakan sesuatu. Tujuan usaha dilakukan yaitu, mencari atau menambah penghasilan, mendapatkan kepuasan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mencukupi kebutuhan pasar/masyarakat. Orang yang melakukan usaha dapat disebut pengusaha.

Baca juga :
Tips Selalu Produktif dan Disiplin
Bisnis Tools Yang Tepat dan Anti Ribet, Apa Kriterianya?

Usaha dan bisnis adalah kata yang berbeda.Usaha adalah hal yang dilakukan, sedangkan bisnis adalah usaha untuk menjual barang/jasa. Usaha dapat melahirkan banyak bisnis baru. Usaha dapat semakin bertambah jika bisnis berkembang. Usaha terjadi karena adanya peluang usaha. Peluang usaha adalah adanya kesempatan usaha yang dianggap memiliki potensi besar.

Anda tertarik menjadi pengusaha? Pengusaha akan terus belajar, berjuang, dan tekun. Sebelum memulai usaha dan menjadi pengusaha, mari pahami terlebih dahulu jenis – jenis usaha berdasarkan skalanya. Berikut ini jenis – jenis usaha berdasarkan skalanya:

  1. Usaha Mikro

Menurut UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), usaha mikro adalah usaha yang mempunyai kekayaan bersih tidak lebih dari 50 juta rupiah (tidak termasuk tanah dan bangunan usaha), serta omzet tidak lebih dari 300 juta rupiah per tahunnya. Bentuk perizinan usaha mikro adalah Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) yang dasar hukumnya Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil. Sama seperti tingkatan usaha lainnya, usaha mikro juga memiliki wajib pajak. Pajak usaha mikro diatur oleh Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2018. Besaran PPh final dalam PP Nomor 23 Tahun 2018 adalah 0,5%. Jika omzet usaha mikro kurang dari 50 juta rupiah per tahun, maka usaha mikro tersebut bebas PPh final. Baca ketentuan lengkap tentang PPh final usaha Mikro disini (PP Nomor 23 Tahun 2018).

Walaupun usaha mikro tidak sebesar usaha pada tingkat skala lainnya, usaha ini mampu bertahan pada saat terjadi guncangan krisis ekonomi. Usaha ini juga dapat menyerap tenaga kerja dari daerah pedesaan dan pelosok. Selain itu, usaha mikro mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Contoh usaha mikro adalah usaha toko kelontong, usaha rumah makan, dan usaha lainnya.

  1. Usaha Kecil

Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008, tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, usaha kecil adalah kegiatan ekonomi produktif yang berdiri sendiri. Usaha kecil bukan cabang dari perusahaan. Usaha pada tingkatan skala ini memiliki kekayaan bersih di atas 50 juta rupiah (tidak termasuk rumah dan bangunan usaha). Omzet mulai dari 300 juta rupiah sampai 2,5 miliar rupiah per tahun. Bentuk perizinannya sama seperti usaha mikro, yaitu IUMK. Pajak usaha kecil diatur oleh PP Nomor 23 Tahun 2018. Besaran PPh finalnya 0.5%. JIka penghasilan usaha kecil kurang dari 500 juta rupiah per tahun, maka usaha kecil tersebut bebas PPh final. Baca ketentuan lengkap tentang PPh final usaha Kecil disini (PP Nomor 23 Tahun 2018).

Usaha kecil banyak berkontribusi dalam penyerapan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh usaha kecil adalah koperasi.

  1. Usaha Menengah

Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, usaha menengah adalah usaha eknomi produktif yang bukan cabang dari perusahaan. Usaha menengah memiliki kekayaan bersih lebih dari 500 juta rupiah sampao 10 milyar rupiah (tidak termasuk tanah dan bangunan usaha). Omzet mulai dari 2,5 milyar rupiah sampai 50 milyar rupiah. Usaha menengah dapat mendaftar SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) Menengah. Contoh usaha menengah adalah jasa transportasi, peternakan skala menengah, dan lainnya.

  1. Usaha Besar

Usaha besar adalah usaha yang dijalankan oleh lebih dari satu badan perusahaan. Penghasilan dan jumlah kekayaan usaha besar lebih besar daripada UMKM dan usaha menengah. Usaha besar adalah usaha yang memiliki jumlah karyawan lebih dari 100 karyawan. Usaha besar memiliki kekayaan bersih di atas 10 milyar rupiah (tidak termasuk tanah dan bangunan usaha). Contoh usaha besar yaitu usaha asing, usaha patungan, dan usaha nasional milik negara. Usaha besar dapat mendaftar SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) Besar.

Jenis Usaha Berdasarkan Skalanya

Apapun skala usahanya, bisnis tetap membutuhkan alat yang membuat pelaku usaha dapat membaca informasi, mempelajari data keuangan dengan leluasa, selalu terhubung kapanpun dan dimanapun, serta dapat dibawa kemana – mana dengan mudah. Laptop bisnis ASUS ExpertBook B7 Flip (B7402) memenuhi kebutuhan tersebut. Desainnya sangat convertible dan fleksibel, tipis dan beratnya ringan. Walaupun tipis dan ringan, laptop ini memiliki konstruksi yang tangguh hingga ExpertBook B7 Flip (B7402) memiliki sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar militer AS (MIL STD-810H).

ASUS ExpertBook B7 Flip adalah laptop bisnis yang dapat terhubung dengan jaringan 5G. Ini sangat mempermudah bagi pengguna untuk tetap terhubung ke internet pada saat tidak ada Wi-Fi. Cukup masukkan kartu SIM aktif ke dalam ASUS ExpertBook B7 Flip, pengguna langsung dapat terhubung kembali ke internet. Selain itu, Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B7 Flip (B7402) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke 11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics.

Baca disini untuk fitur dan spesifikasi lebih lengkap laptop bisnis ASUS ExpertBook B7 Flip (B7402).

Baca juga: Apa Itu Mixed Reality (MR)?

Sekian, terimakasih, dan semoga bermanfaat:)