The Daily Journal

Keluh Kesah Naik Angkot Di Masa Pandemi

Keluh kesah naik angkot di masa pandemi ? Apa saja keluh kesah naik angkot di masa pandemi ? Lebih nyaman menggunakan transportasi umum atau transportasi pribadi?

Karantina dimulai dari bulan maret dan sudah berjalan selama lima bulan. Daerah – daerah yang sudah berubah menjadi zona hijau memiliki protocol kesehatan untuk kembali menjalankan aktivitas seperti dulu, ya walaupun tidak sesering dulu. Termasuk kegiatan belajar – mengajar di sekolah. Sebagai siswa, saya memiliki jadwal untuk pergi kesekolah selama dua hari dalam satu bulan. Saya juga mengikuti proyek sekolah yang membuat saya lebih sering datang kesekolah.

Baca juga :
Makna dan Arti Logo Sepatu Nike “Just Do It”
Yuk Kenalan Dengan Bitcoin

Saya menggunakan angkot untuk bertransportasi dari rumah ke sekolah. Di dalam angkot saya bertemu banyak orang dengan tujuan dan latar belakang yang berbeda. Ada yang ke pasar untuk berjualan dan berbelanja, pergi berangkat kerja, pergi berbelanja ke mall, dan lainnya. Saya pikir naik angkot tidak apa – apa asalkan mematuhi protocol kesehatan. Nyatanya hanya sedikit orang yang mematuhi protocol kesehatan saat naik angkot. Beberapa orang masih nakal dan tidak disiplin. Mereka tidak menggunakan masker dan tidak menerakan etika batuk. Mulai dari situ saya merasa takut.

Pernah ada orang batuk – batuk yang mengarah ke saya. Syukurnya saya pakai masker dan face shield sehingga batuknya tidak terkena langsung ke wajah saya. Sesampainya dirumah, saya langsung mandi dan mencuci pakaian yang saya pakai tadi. Bukan hanya batuk – batuk dan tidak memakai masker, kami yang naik angkot harus duduk berdesak – desakan tanpa jarak. Ini membuat saya tidak nyaman. Kita seharusnya berjarak satu kursi namun ada saja orang – orang yang terburu – buru dan tidak peduli protokol kesehatan menjaga jarak. Akhirnya kami pun duduk bersebelahan. Lebih ngerinya lagi, saat kursi sudah penuh masih saja ada orang yang mau satu kursi berdua. Jadi bisa ada tiga orang di dua kursi, sangat berdesakan. Angkot jika sedang ramainya bisa berisi belasan orang yang berdesakan. Angkot juga akan berhenti di titik – titik tertentu jika masih kurang penumpang. Setelah sampai rumah saya langsung mandi dan kadang menyemprotkan hand sanitizer ke sepatu dan barang – barang kecil lainnya.

Di kota saya pandemi memang tidak separah di kota – kota besar. Tetapi pernah masih ada beberapa kasus Covid-19. Orang – orang masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Bahkan masih berani makan makanan ringan didalam angkot dengan tangan yang belum disteril. Ada juga yang membawa anak kecil tanpa menggunakan masker. Apa mereka tidak takut? Atau jangan – jangan mereka tidak tau dampak dari tertular Covid-19? Padahal poster tentang covid-19 ada dimana – mana. Yang saya takutkan jika ada orang tanpa gejala yang juga ikut berdesakan di angkut saat jam pulang. Menurut saya angkutan umum vs transportasi pribadi, lebih aman menggunakan transportasi pribadi daripada angkutan umum karena resiko tertular Covid-19 lebih sedikit. Kita tau perawatan kendaraan pribadi dan protokol kesehatan yang bisa kita patuhi. Kita tidak tau apakah angkot sudah didisenfektan atau belum oleh pemiliknya sebelum diberangkatkan.

Dengan mengunakan kendaraan pribadi, resiko terpapar Covid-19 bisa berkurang. Selain itu, kita bisa lebih tepat waktu karena tidak perlu menunggu orang lain untuk berangkat dan langsung menuju ke tempat tujuan. Kita bisa mengendarai kendaraan pribadi bersama keluarga sehingga orang tersayang akan aman dan terhindar dari resiko penularan Covid-19. Memang lebih cepat dan aman menggunakan transportasi pribadi seperti motor dan mobil. Tentunya mobil lebih aman karena kita dilindungi dari udara jalan.

Berikut ini beberapa protokol kesehatan yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari resiko terpapar virus Covid-19 di tempat umum :

  • Pakai Masker

Ini wajib untuk melindungi sistem pernafasan kita. Covid-19 dapat tertular dari kontak fisik dan dari cipratan air liur seseorang yang terpapar Covid-19. Covid-19 dapat menyerang saluran pernafasan.

  • Bawa Hand Sanititzer kemana – mana

Walau Cuma pergi ke desa tetangga, tetap bawa hand sanitizer. Tidak semua rumah menyediakan tempat cuci tangan. Kamu harus ke kamar mandi untuk cuci tangan. Karena ingin melindungi orang  yang rumahnya kamu datangi, kamu harus memakai hand sanitizer terlebih dahulu sebelum masuk kerumah orang tersebut.

  • Jika perlu pakai face shield

Face shield juga kadang dibutuhkan untuk perlindungan yang lebih baik. Face shield digunakan untuk melindungi mata agar tidak terpapar Covid-19.

  • Beri jarak 1 meter

Tidak kalah penting tapi sering dilupakan adalah jarak satu meter. Untuk menghindari kontak fisik secara langsung, silahkan beri jarak satu meter. Di beberapa mini market seperti Indomaret dan Alfamart sudah menerapkan protokol kesehatan yang satu ini. Mereka memberikan garis garis setiap jarak satu meter di depan kasir.

  • Sampai rumah langsung mandi

Jangan menunggu rasa lelah hilang, sampai rumah langsung mandi agar kuman dan bakteri hilang dan tidak menginfeksi rumah dan orang yang ada di dalam rumah. Bisa saja kita membawa tapi kita tidak terinfeksi karena daya tahan tubuh yang kuat.

Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan, salah satunya pola makan dan olahraga yang cukup. Disiplin untuk daya tahan tubuh. Covid-19 kalah pada orang yang daya tahannya baik. Kita tidak mungkin tidak memiliki aktivitas. Kita harus segera terbiasa dengan situasi new normal agar tetap dapat bertahan dan menjalani hidup. Jauhi sebisa mungkin kerumunan, naik kendaraan pribadi lebih baik. Harapan dan pengalaman new normal bersama Mitsubishi XPANDER MY 20 adalah dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan lancar, dan siap menghadapi new normal untuk mulai adventure baru senyaman di rumah. Apa itu Mitsubishi XPANDER MY 20? Mitsubishi XPANDER MY 20 adalah mobil yang dapat mewujudkan adventure baru senyaman di rumah untuk keluarga. Keunggulan Mitsubishi XPANDER MY 20 untuk mulai adventure baru senyaman di rumah diantaranya kabin senyap yang luas, fitur yang lengkap seperti New Parking Sensor with Rear Camera, Dual SRS AirBags, Anti-Lock Breaking System, dan lainnya. Harga dari mobil ini juga tidak mahal untuk sebuah mobil yang nyaman, mulai dari Rp 272.700.000 saja. Seluruh anggota keluarga bisa masuk ke dalam mobil, rasakan sensasi nyaman seperti di rumah saat berpetualang bersama keluarga.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis blog DBP Academy x Tempo Blogger Writing Competition

Baca juga : Berbicara Di Depan Umum Dengan Baik

Sekian, terimakasih, dan semoga bermanfaat:)