Kesalahpahaman Umum Tentang Blockchain dan Bitcoin

Kesalahpahaman Umum Tentang Blockchain dan Bitcoin? Apa saja kesalahpahaman umum tentang blockchain dan Bitcoin? Seperti apa kesalahpahaman yang sering terjadi?

Blockchain adalah sebuah teknologi berbentuk rantai blok yang memiliki banyak manfaat diberbagai aspek sepekerti ekonomi dan komersial. Salah satu software yang menggunakan teknologi blockchain adalah Bitcoin. Bitcoin merupakan aset digital yang dapat digunakan untuk pertukaran atau jual beli. Bitcoin adalah jenis blockchain pertama yaitu kripto kurensi. Kripto kurensi memang digunakan untuk jual beli, bahkan trading sampai saat ini. Apakah kripto kurensi hanya ada bitcoin? Kripto kurensi tidak hanya Bitcoin. Ada Ethereum, TON Crystal, BNB, Doge, dn lainnya. Bitcoinlah yang mengawali kripto kurensi.Tentunya bitcoin memiliki nilai yang fantastis dibandingkan kripto kurensi lainnya. Pada saat artikel ini dibuat, harga Bitcoin mencapai Rp807jt atau $57.246, harganya meningkat tajam dan diprediksi dimasa depan akan mencapai $10.000.000. Prediksi ini diprediksi oleh Satoshi Nakamoto (Pencipta Bitcoin) pada saat nilai Bitcoin masih 0.

Baca juga :
Berkenalan Dengan Free TON Blockchain
BKomunitas dan Sistem Terdesentralisasi Memiliki Banyak Kemiripan

Bitcoin sangat populer diberbagai kalangan. Di tahun 2020, perusahaan – perusahaan besar mulai memborong Bitcoin untuk dijadikan aset masa depan perusahaan seperti Paypal, Twitter, dan perusahaab besar lainnya. Kelemahan dari teknologi Blockchain adalah sedikitnya developer blockchain. Karena populer, banyak orang awam yang tau tentang Bitcoin. Namun mereka masih kurang paham sehingga tercipta beberapa kesalahpahaman yang umum. Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah anggapan bahwa pengguna Bitcoin adalah anonymous. Anonymous berarti kita sama sekali tidak diketahui. Anggapan ini salah karena kita memiliki address atau alamat sebagai identitas kita saat bertransaksi menggunakan Bitcoin. Dan bukti transaksi yang kita lakukan beserta nama alamat akan dicatat di blok blockchain secara otomatis dan dapat dilihat oleh semua orang di Bitcoin Explorer. Jika kita melakukan pengiriman dari alamat bitcoin ke exchange, transaksi akan tercatat di blok Bitcoin dan dapat dilihat semua orang. Untuk melakukan transaksi kita harus mengikuti KYC (know your customer) dari  exchange, maka identitas kita akan terbongkar. Orang akan tau itu alamat Bitcoin milik kita dengan cara mencocokkan alamat Bitcoin milik kita dengan alamat Bitcoin yang mengirim Bitcoin ke akun exchange milik kita. Dimana di exchange sudah ada data diri kita dan boom kita ketahuan. Ini lebih bisa disebut sebagai pseudonymous daripada anonymous.

Kesalahpahaman umum kedua yang sering kali terjadi adalah anggapan bahwa blockchain adalah Bitcoin. Itu salah, karena Bitcoin hanya menggunakan teknologi blockchain untuk kriptografi. Blockchain memiliki arti lebih luas dari Bitcoin. Jika Bitcoin hanya kripto kurensi, maka blockchain adalah banyak hal. Seperti Smart Contract dan lainnya. Dengan menggunakan blockchain, banyak hal yang terealisasi dengan mudah, dan cepat. Salah satu contoh kasus industri yang menggunakan blockchain untuk bisnisnya adalah Walmart. Walmart bekerja sama dengan IBM untuk menciptakan penggunaan teknologi blockchain di sektor perbelanjaan. Walmart menggunakan bkockchain untuk mengecek apakah daging yang akan dijual adalah daging yang berasal dari hewan sakit atau bukan. Jika iya, maka akan ada tindakan. Hal ini mengurangi adanya buang – buang waktu, yang tadinya harus dicek secara manual menghabiskan waktu berhari – hari, sekarang hanya beberapa menit saja. Sehingga tidak sampai memberikan dampak negatif pada seluruh pengguna Walmart yang hampir tersebar diseluruh Amerika.

Kesalahpahaman umum ketiga adalah Bitcoin dapat digunakan sebagai alat cuci uang. Ini salah besar, karena transaksi di jaringan Bitcoin akan selalu tercatat dan dapat dilihat oleh semua orang melalui explorer Bitcoin seperti BTC.com dan lainnya. Kamu akan mudah tertangkap bila alamat Bitcoin sama dengan alamat Bitcoin yang melakukan transaksi di exchange. Kesalahpahaman umum yang keempat yaitu Blockchain merupakan versi lebih baik dari database. Dimana – mana database yang lengkap memiliki fitur CRUD (create, read, update, and delete), tetapi blockchain hanya bisa digunakan untuk create, dan read. Setelah ditetapkan, kita tidak bisa update atau edit maupun delete. Kesalahpahaman umum yang terakhir adalah anggapan bahwa untuk membeli Bitcoin kita harus membeli 1 Bitcoin. Padahal kita dapat membeli kurang dari satu misalnya 0,1 Bitcoin atau 0,6 Bitcoin karena harganya yang fantastis.

Baca juga : Cara Kerja Miners Blockchain Bitcoin

Sekian, terimakasih, dan semoga bermanfaat:)