The Daily Journal

Kinar Si Kucing Malang

Kinar Si Kucing Malang adalah kisah seekor kucing belang tiga yang malang dan menyedihkan. Bagaimana kisah Kinar Si Kucing Malang ? Sesedih apa kisah Kinar?

Baca Juga :
Manfaat – Manfaat Emas Bagi Kehidupan Manusia
Mengenal Macam – Macam Kerat Emas

Aku memiliki kucing yang cantik dan imut bernama Mumun. Mumun adalah kucing berwarna oranye, sebutan kerennya kucing orenz. Kalian pasti tau kan tingkah kucing orenz yang luar biasa. Aku sayang Mumun, dia selalu menemaniku pergi belanja dan setia menjaga rumah. Mumun kucing yang baik, dia tidak pernah menyusahkan aku. Dia tau tempat dia minum, tempat dia makan, tempat dia buang air besar, dan tempat tidurnya sendiri. Dulu pertama kali aku bawa ke rumah, dia masih berumur sekitar 3 minggu. Aku menemukannya di jalan, ada yang membuangnya.

Bertambah satu tahun, Mumun memiliki pacar. Pacarnya berwarna hitam putih, kucing tetangga sebelah. Mumun mengandung dan melahirkan 3 anak, anaknya berwarna – warni. Ada yang warna hitam putih, orenz belang – belang, dan belang tiga. Semuanya berjenis kelamin perempuan. Ku beri nama Mila, Bilqis, dan Kinar.

Suatu saat temanku mengunjungi rumahku. Namanya Inez. Inez jatuh cinta pada Kinar. Kinar memiliki warna belang tiga. Karena aku kasihan dengan Inez, pada saat Inez meminta Kinar, aku memberikannya. Aku kasihan pada Inez karena Inez sendirian di apartemennya. Inez yang hidup berkecukupan kuharap dapat memberikan Kinar kehidupan yang baik. Aku dan Mumun sudah merelakan Kinar untuk Inez.

Tetapi aku menyesal memberikan Kinar pada Inez. Beberapa bulan kemudian, Inez dipenjara karena dia melakukan penyiksaan dan pembunuhan pada kucing. Aku tau Inez cuma memelihara Kinar saja dan benar denganmu. Selama ini, Kinar disiksa oleh Inez. Aku menangis. Tetangga dan saksi mata menceritakan bagaimana Kinar. Mereka sering mendengar teriakan atau kucing menangis dengan pilu. Inez bercerita dan mengaku pada aparat kepolisian. Inez pernah mencabut kumis Kinar, meneteskan air panas dengan paksa ke mata Kinar, menendang dan menginjak tubuh ringkih Kinar, memberi pemberat pada tangan dan kaki Kinar, menyulut badan Kinar dengan rokok, menggunting Kulit, menusuk Kinar dan memotong kakinya. Aku menangis, betapa sedihnya kehidupan Kinar. Aku merasa bersalah sudah memberikan Kinar pada Inez.

Baca juga : Jenis – Jenis Emas Berharga

Cerita ini adalah cerita fiktif yang terinspirasi dari banyaknya penganiayaan kucing oleh manusia. Semoga kita selalu memiliki kasih sayang terhadap hewan. Hewan juga makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan. Harapannya tidak ada lagi penganiyaan – penganiyaan kucing dan hewan – hewan lainnya lagi. Mereka sama seperti kita, butuh tempat, keadaan, dan lingkungan yang aman.

Sekian, terimakasih, dan semoga bermanfaat:)