Kisah Hidup Seorang Ellena

By | January 31, 2020

Kisah hidup seorang Ellena mungkin aneh. Kisah hidup seorang Ellena mungkin kesepian. Inilah kisah hidup seorang Ellena …..

Ellena adalah seorang wanita mandiri yang bekerja sebagai desainer baju terkenal, dia lahir dijaman yang modern. Wanita ini sangat hebat, mandiri, dan cerdas. Dia sudah membuat ratusan bahkan desain baju untuk para artis – artis terkenal. Tapi siapa yang tahu jika dibelakang kehebatannya ada sesosok halus yang memberikannya banyak motivasi dan ide cemerlang. Sesosok halus tersebut hanya dapat muncul dipikirannya. Ya, Ellena mengidap sakit jiwa. Dia sering berhalusinasi. Dulu dia pikir, halusinasi, imajinasi, dna tingkah anehnya membuat dia menjadi terbelakang, sedangkan cita – citanya tinggi. Tidak disangka, kelainan yang diderita Ellena membuat dirinya menjadi yang pertama.

Baca juga : Kehidupan Lovely

Ellena memberi nama sesosok halus tersebut Akihiko, seorang lelaki tampan yang cerdas dan selalu menuntunnya. Akihiko selalu meyakinkan Ellena akan cita – citanya, dia berkata tidak ada yang dapat menghalangi Ellena. Akihiko akan menghancurkan segala halangan yang ada. Dulu Ellena sangat membenci Akihiko. Karena Akihiko yang terus muncul membayanginya, orang tua dan saudara – saudara Ellena mengasingkannya sebab dia dianggap gila sering berbicara sendiri dan marah – marah sendiri. Sampai suatu saat, orang tua Ellena sudah tidak kuat lagi dengan kegaduhan yang dibuat oleh Ellena. Ellena menangis, melempar vas bunga, dan berteriak kepada Akihiko yang hanya bisa dia lihat sendiri. Orang tua terkejut dan langsung mengantarkan Ellena ke Dokter Psikologi. Dokter Psikologi menyerah karena Akihiko selalu membuat Ellena susah dikontrol.

Penyebab Ellena susah dikontrol karena Akihiko yang memaksanya untuk menggambar dan menjahit. Ellena tidak suka idenya dicampuri oleh Akihiko yang selalu memaksa. Sehingga dia murka lalu ingin bertengkar dan memusnahkan Akihiko. Karena dokter psikologi tidak berhasil membuat Ellena memusnahkan Akihiko dari pikirannya, akhirnya terambil keputusan. Keputusan tersebut adalah membuat Ellena mencintai Akihiko. Dokter tidak berkata pada orang tua dan yang lainnya. Yang tau hanya dokter dan Ellena saja. Setelah beberapa proses, Ellena benar – benar mencintai Akihiko dan tidak pernah ada keributan lagi. Orang tua dan saudara – saudara Ellena menganggap Ellena telah waras. Luka tetap luka, Ellena terluka karena dulu dikucilkan dari kecil hingga menjadi menjadi seorang kanak – kanak.

Baca juga : 5 Pantai Paling Terkenal di Situbondo

Ellena memutuskan untuk pergi dari rumah saat berumur 17 tahun, alasannya dia ingin mandiri. Orang tuanya dengan berat hati memasrahkan keinginan Ellena. Dengan senang hati Ellena keluar dari rumah orang tuanya membawa Akihiko bersamanya. Ellena tau Akihiko tidak akan pernah mau meninggalkan pikiran Ellena dan akan terus bersamanya. Perjuangan Ellena menjadi seorang desainer baju ditemani oleh Akihiko yang setia. Benih – benih cinta mulai bertumbuh dihati mereka. Akhiko selalu ingin membahagiakan Ellena dan memberikan apa saja yang dia bisa kepada Ellena.

Mereka berjanji akan selalu bersama sampai ajal menjemput Ellena bahkan sampai kehidupan setelah kematian Ellena. Akihiko meyakinkan Ellena bahwa dia tidak akan meninggalkannya. Asmara mereka bina dan tidak ada satu orang pun yang tau. Orang – orang selalu mengira Ellena berhati batu dan susah ditaklukkan.

Suatu saat Ellena mabuk di Club Malam. Dia mabuk karena lagi lagi orang tuanya menuruti kakak – kakaknya untuk memeras dia. Akihiko mengingatkannya untuk pulang besok saja demi kesalamatan Ellena. Tapi Ellena tidak menghiraukannya, dia terus berjalan masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkan mobil. Menyusuri sepanjang jalan dengan berkata – kata kasar. Akihiko mulai menyadari Ellena tidak bisa disadarkan, Akihiko ingin menyetir namun apa daya, dia diciptakan pikiran Ellena untuk menjadi mahkluk halus yang tak dapat menyentuh apapun kecuali Ellena sendiri. Saat melewati jembatan sungai besar, Ellena tiba – tiba pingsan dan tidak dapat mengendalikan mobil. Akihiko berteriak dan mengguncang Ellena, namun Ellena menjawab “Tidak apa – apa Akihiko, sekalipun aku mati aku akan membawamu bersamaku.”. Akihiko kembali tenang namun dia terkejut saat dia menurunkan pengawasannya terhadap Ellena, Ellena menjatuhkan mobil dan mereka tenggelam. Akihiko terheran, mengapa dia merasakan sakit sekali dan kemudian mereka pingsan.

Ellena terbangun dirumah sakit. Melihat sekelilingnya dan tersadar sesuatu, Akihiko! Mana Akihiko pendampingnya? Bukankah Akihiko berjanji tidak akan meninggalkan Ellena bahka sewaktu Ellena sedang tidur? Kemana perginya Akihiko?

Satu jam… dua jam.. tiga jam… hingga larut malam Akhiko tidak muncul – muncul. Ellena mulai curiga dan khawatir. Dia kemudian ingin mengingat kembali bentuk Akihiko namun tidak bisa, yang dia bisa ingat hanya kenangan – kenangan bersama Akihiko. Ellena menjerit dan menangis sambil tertawa. “Akihiko kamu berbohong. Kamu meninggalkaku hanya karena aku tercebur disungai.”, Ellena bertanya pada dokter siapa yang mengantar dia ke rumah sakit. Jawaban sangat mengecewakan. Dokter bilang yang mengantarnya adalah ambulan. Ellena menceritakan segalanya kepada dokter. Dokter bilang mungkin Akihiko menghilang dari bayangan Ellena karena kepala Ellena terbentur keras.

Kesedihan Ellena bertambah berkali – kali lipat. Ellena berpikir semua tidak ada gunanya tanpa Akihiko tampannya. Dia stress dan murung. Akhirnya setelah keluar dari rumah sakit, Ellena pensiun dini dari dunia desain dan kembali kerumah kayu yang dia bangun bersama Akihiko. Berharap Akihiko sudi datang kembali walaupun melalui mimpi. Kenyataan memang sangat menyakitkan, Ellena dibendung rindunya pada Akihiko namun Akihiko tidak pernah datang kepada Ellena bahkan melalui mimpinya pun seperti Akihiko tidak sudi untuk datang.

Baca juga : Mau Melanjutkan Pendidikan Setelah SD? Yuk Intip Perbedaan SMP dan MTS

*Cerita ini adalah cerita fiksi.

Sekian, terimakasi, dan semoga menghibur:)