Komunitas dan Sistem Terdesentralisasi Memiliki Banyak Kemiripan

Komunitas dan Sistem Terdesentralisasi Memiliki Banyak Kemiripan? Apa saja Komunitas dan Sistem Terdesentralisasi Memiliki Banyak Kemiripan? Mengapa mereka memiliki kemiripan?

Sebelum melihat lebih jauh, mari kita pahami arti dari sistem. Sistem adalah kumpulan elemen yang berinteraksi dan saling berhubungan yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sistem juga mencakup karakterisik – karakteristik berikut ini :

  • Self-developing
  • Unfinished
  • Dinamis
  • Terbuka
  • Self-regulating
  • Self-structured
  • Bersatu
Baca juga :
Cara Kerja Miners Blockchain Bitcoin
Teknologi Blockchain Aman Untuk Aset Digital

Karakteristik – karakteristik diatas sesuai dengan blockchain yang terdesentralisasi.  Apa arti komunitas sebagai sebuah sistem? Apa hubungan komunitas dengan desentralisasi?

Self-developing yaitu sistem berkembang sendri dengan menggunakan sumber daya internal. Artinya, dalam komunitas ada beberapa elemen, manusia, hubungan antar manusia, dan komunitas itu sendiri yang mendorong komunitas menuju pembangunan.

Bagaimana ini bisa terkait dengan blockchain yang terdesentralisasi? Kita ambil contoh, misalnya, blockchain yang secara aktif berkembang, contohnya Free TON :

Karakteristik yang sama dapat ditulis ulang ke dalam blockchain dan akan cocok dengan baik : “Sistem yang berkembang sendiri berarti ia berkembang dengan menggunakan sumber daya internal, yaitu dikarenakan anggota komunitas yang aktif mempopulerkan produk, dikarenakan validator jaringan yang mempertahankan operasi tanpa gangguan, juga dikarenakan pemrogram yang membuat aplikasi baru dan memperbarui yang lama. Artinya, peserta jaringan sedang mengembangkan sistem (sistem blockchain).

Selanjutnya ada karakteristik “Unifinished”. Sistem yang tidak lengkap (seperti yang dikatakan beberapa orang : sistem alternative) menunjukkan bahwa tidak ada kalender peristiwa yang jelas yang harus terjadi di masa depan, yaitu, sistem tersebut hidup dan terus berjalan. Tidak ada yang namanya “Pada tahun 2038 akan ada krisis, seluruh sistem akan runtuh”. Bagaimana ini berhubungan dengan blockchain yang terdesentralisasi?

Sekarang kita ambil Bitcoin sebagai contoh. Ketika Bitcoin dibuat, apakah ada rencana tindakan yang jelas, apa yang akan terjadi dan kapan akan terjadi? Tidak. Akankah kalender seperti itu muncul di masa depan? Tentu saja tidak. Bitcoin terdesentralisasi dan oleh karena itu tidak ada kalender, itu muncul dan ada. Tidak ada akhir. Alternatifnya adalah apa pun bisa terjadi. Kita pengguna biasa memiliki satu miliar solusi yang memungkinkan. Seseorang dapat membeli 20% dari semua bitcoin hari ini dan itu akan tumbuh 200% keesokan harinya, atau lusa semua orang akan pergi dan menjual semua bitcoin mereka dan itu akan jatuh harganya. Tidak ada yang tahu bagaimana masa depan.

Selanjutnya ada karakteristik “Dinamis”. Sistem dinamis adalah sistem yang bergerak, tidak diam. Sistem dinamis akan terus berkembang, menigkat, terus berubah. Dalam komunitas , hal ini dapat dijelaskan dengan faktaa yang baru muncul dan yang lama menghilang. Sekarang mari kita lihat bagaimana ini mungkin terkait dengan blockchain terdesentralisasi. Sejujurnya,  sekarang belum menemukan contoh selain Free TON. Oleh karena itu, mari kita gunakan contoh ini. Blockchain Free TON memiliki control, berkat itu berbagai tugas diselesaikan. Jadi seperti itu. Coba bayangkan situasi di awal perjalanan dia membutuhkan manajemen yang akan mencari desainer untuk logo, untuk sesuatu yang lain, dan setelah beberapa waktu, ketika blockchain sudah memiliki semua logo bermerek ini, manajemen menemukan desainer ternyata tidak perlu. Atau contoh, ketika blockchain mencoba untuk berkembang, orang (elemen sistem) membuat manajamen untuk mempopulerkannya dan mulai mempromosikannya sendiri.

Kemudian ada karakteristik “Terbuka”. Sistem terbuka berarti komunitas menerima elemen baru, individu baru, hubungan baru, dan juga memberikan kemampuan untuk bergerak melalui strukturnya. Faktanya, ini sama dengan blockchain terdesentralisasi. Siapa pun dapat menggunakan blockchain tanpa kewajiban apa pun, dan seterusnya. Dia juga bisa menjadi validator jaringan, dia bisa menjadi manajer departemen pupularisasi mana pun jika dia baru. Tidak ada hal yang tidak dapat kamu pakai menggunakan blockchain.

Sisa tiga karakteristik lagi yang akan dianalisa dan sekarang kita beralih ke analisis karakteristik “Self-regulating”. Sels-regulating berarti bahwa elemen – lemen sistem, dalam kasus komunitas , komunitas , telah menciptakan sendiri peraturan, undang – undang, polisi, klinik untuk mengatur apa yang terjadi. Artinya, dengan kata lain, elemen – elemen sistem mengatur sistem itu sendiri. Contoh yang kita ambil adalah Free TON. Seperti yang dijelaskan diatas, Free TON memiliki control yang mengatur aktivitas tertentu dalam blockchain, ini bisa berupa dukungan jaringan, popularisasi produk, perbaikan bug, kemitraan, dan sejenisnya.

Selanjutnya ada karakteristik “Self-structured”. Self-structured dalam komunitas berarti elemen – lemen komunitas itu sendiri telah menciptakan struktur seperti itu. Tidak ada yang menyarankannya kepada mereka. Mereka menciptakannya sendiri. Seperti dalam blockchain terdesentralisasi. Blockchain tidak menghasilkan struktur seperti itu. Itu ditemukan oleh elemen – elemennya, yaitu, peserta jaringan, manajer, validator, dan lainnya.

Karakteristik yang terakhir adalah “Bersatu”. Terlepas dari kenyataan bahwa blockchain dapat terdiri dari banyak elemen, mereka tetap berinteraksi satu sama lain dan merupakan satu sistem, baik di komunitas maupun di blockchain. Beberapa elemen tidak dapat dipisahkan dari sistem. Jika dia tidak ada dalam sistem, maka dia bukan bagiannya. Artikel ini membandingkan komunitas sebagai sistem yang kompleks dengan blockchain yang terdesentralisasi dan menunjukkan kemiripan antara keduanya. Faktanya blockchain yang terdesentralisasi seperti sistem kecil yang kompleks, seperti salinan dari komunitas . Jika Anda mengambil komunitas secara kesuluruhan (seluruh dunia) maka akan menjadi sistem yang sangat kompleks, yang sebenarnya tidak dikendalikan oleh satu orang, tetapi setiap orang memberikan kontribusi mereka sendiri didalamnya, persis sama seperti yang terjadi di blockchain.

Baca juga : 5 Smartphone Gaming Android Terbaik Tahun 2020

Sumber : https://hackernoon.com/societies-and-decentralized-systems-have-a-lot-in-common-kd5533v2

Sekian, terimakasih, dan semoga bermanfaat:)