Membuat Function atau Method Pada Bahasa Pemrograman Java

Membuat Function atau Method Pada Bahasa Pemrograman Java? Bagaimana cara membuat Function atau Method Pada Bahasa Pemrograman Java? Seperti apa struktur function atau method pada bahasa pemrograman Java?

Bahasa pemrograman Java adalah bahasa pemrograman yang bersifat multiplatform. Library Java lengkap dan banyak yang membuat Java disebut sebagai bahasa pemrograman ynag powerful. Berawal dari tujuan untuk membuat bahasa pemrograman yang lebih handal dari C dan C++, terciptalah bahasa pemrograman Java. Dikembangkan mulai tahun 1991 dan berhasil dikembangkan setelah 18 bulan berjalan. Awalnya diberi nama Oak, namun ternyata sudah terdaftar sebagai merek dagang dari Oak Technology. Dasar bahasa pemrograman Java tidak hanya arithmetic calculation, loops, dan condition, tetapi juga ada fields dan function atau method. Kali ini yang dibahas adalah function atau method pada bahasa pemrograman Java.

Baca juga : 

Apa Itu SQLite Database?

Arti Desentralisasi Pada Blockchain

Function atau method adalah sekumpulan kode yang dijadikan satu untuk digunakan kembali ketika dibutuhkan. Tujuan dibuatnya function atau method adalah membuat penulisan kode lebih rapi, tidak mengulang kode yang sama berkali – kali, dan bisa digunakan kembali. Function atau method sangat penting bagi bahasa pemrograman, tidak hanya bahasa pemrograman Java, bahasa pemrograman lainnya sangat membutuhkan function atau method. Seperti bahasa pemrograman Javascript, C++, dan Python. Cara membuat function atau method cukup mudah. Untuk membuat function atau method pada bahasa pemrograman Java, kita harus memperhatikan struktur function atau method pada bahasa pemrograman Java. Bagaimana strukturnya? Berikut ini adalah struktur function atau method pada bahasa pemrograman Java :

Perhatikan struktur function atau method diatas, terdapat access modifier, return type, functionName atau methodName diikuti dengan tipe data parameter dan nama parameter didalam kedua kurung, buka tutup kurung, dan terakhir return yang berada didalam buka tutup kurung. Kita bahas access modifier terlebih dahulu. Pernah mendengar enkapsulapsi? Function atau method menggunakan enkapsulapsi untuk membuat pembatasan akses atau penggunaannya. 

Singkatnya access modifier adalah hak akses. Hak akses ini menentukan apakah function atau method bisa digunakan secara bebas, atau penggunaannya setelah dibuat dikelas tertentu diberi batas hanya classnya saja yang bisa mengakses sedangkan kelas lain tidak bisa, atau diberi batas hanya dapat diakses oleh class lain yang merupakan turunan dari classnya. Namun tidak dapat diakses oleh class lainnya yang bukan turunan dari classnya. Ada tiga jenis access modifier, yaitu public, private, dan  protected. Acces modifier public adalah access modifier yang memperbolehkan function atau method diakses dari luar classnya sendiri. Semua class dapat menggunakan function atau method yang memiliki access modifier public. Berikut ini contoh function atau method yang menggunakan access modifier public :

Jangan bingung dulu, kita sekarang fokus pembahasan Access Modifier, untuk yang lainnya akan kamu ketahui setelah ini.

Selanjutnya adalah acces modifier private. Seperti namanya, private adalah pribadi yang berarti hanya dapat digunakan secara pribadi oleh classnya sendiri. Access Modifier private adalah hak akses yang hanya diberikan pada classnya sendiri. Yang bisa mengakses function atau method dengan hak akses private adalah class dimana function atau method dibuat. Class lainnya tidak bisa mengaksesnya. Berikut ini contoh function/method ber-access modifier private :

Yang terakhir dari access modifier adalah access modifier protected. Sesuai namanya, protected adalah terlindungi. Access modifier protected membatasi hak akses function atau method, yang dapat mengakses function atau method ber-access modifier protected hanya class nya sendiri atau turunan dari class nya saja.  Berikut ini contoh dari function atau method yang menggunakan access modifier protected :


Didalam struktur function atau method, setelah access modifier ada return type atau tipe kembalian. Jadi setiap function atau method memiliki return atau kembalian, tetapi juga ada method yang tidak perlu mengembalikan sesuatu atau tidak menggunakan return.  Pertama kita bahas function atau method yang memiliki tipe kembalian atau return type. Return type dapat diisi dengan tipe data atau pun objek dari kelas lain. Semua tipe data dapat menjadi tipe kembalian return type seperti integer, String, long, double, dan Boolean. Sedangkan function atau method yang tidak memerlukan kembalian, return typenya adalah void. Berikut ini contoh function atau method dengan return type integer, String, long, double, dan Boolean pada bahasa pemrograman Java :

Pada contoh diatas, kita menggunakan access modifier public, private, dan protected pada beberapa function atau method. Seperti contoh pertama menggunakan access modifier public dengan return type integer yang mengembalikan nilai integer, contoh kedua menggunakan access modifier private dengan return type String yang mengembalikan nilai String, contoh ketiga menggunakan acess modifier protected dengan return type long yang mengembalikan nilai long, contoh keempat menggunakan access modifier public dengan return type double yang mengembalikan angka berkoma atau nilai double, dan contoh kelima menggunakan access modifier protected dengan return type Boolean yang mengembalikan true atau false, dan boolean. Pada contoh function atau method keenam menggunakan tipe kembalian void yang berarti function atau method tersebut tidak memerlukan kembalian atau return.

Sesuai urutannya, setelah access modifier dan return type adalah nama function atau nama methodnya. Cara penulisan nama function atau nama methodnya seperti punuk unta, huruf pertama di kata pertama menggunakan huruf kecil, jika ada kata kedua, maka tidak perlu dipisahkan dengan spasi. Cukup huruf pertama di kata kedua menggunakan huruf besar. Contohnya namaSiswa, hurufAlfabet, hurufRomawi, angkaRomawi, luasSegitiga, dan lainnya. Contoh function atau method dengan nama seperti punuk unta :

Pada contoh pertama, function atau method memiliki nama yang terdiri dari satu kata saja yaitu berjalan, sesuai cara penulisannya, huruf pertama menggunakan huruf kecil. Sedangkan pada contoh kedua, nama function atau nama method seperti punuk unta, kata pertama menggunakan huruf kecil dan huruf pertama dari kata kedua menggunakan huruf besar.

Selanjutnya adalah tanda buka tutup kurung yang dapat diisi parameter jika dibutuhkan. Boleh juga tanpa menggunakan parameter. Intinya sesuai kebutuhan saja. Parameter ditulis didalam kurung setelah nama function atau nama method. Diawali dengan tipe data parameter lalu nama parameternya. Parameter boleh lebih dari satu atau banyak, masing – masing parameter dipisahkan oleh tanda koma (,). Berikut ini contoh method atau function dengan ataupun tanpa parameter yang benar :

Setelah itu adalah buka tutup kurung kurawal. Semua perintah kode dituliskan diantara buka tutup kurung kurawal ini. Contohnya :

Dari contoh diatas, terdapat function atau method cetakNama dan hitungBeratIdeal, bagaimana cara menggunakan function atau method tersebut? Cukup panggil method cukupNama() dan panggil hitunfBeratIdeal(param1, param2) dilengkapi dengan parameter pertama dan kedua. Langkah pertama deklarasikan terlebih dahulu function dan methodnya, misalnya di class name seperti berikut :

Lalu dipanggil seperti berikut di class lainnya, misalnya di class main: 

Baca juga : Berkenalan Dengan Free TON Blockchain

Sekian, terimakasih, dan semoga bermanfaat:)