The Daily Journal

Pengalaman Saya Berbisnis Online

Pengalaman Saya Berbisnis Online ? Seperti apa pengalaman saya berbisnis online ? Apa saja yang saya lakukan untuk membangun bisnis online ini?

Kali ini tentang pengalaman yang admin pernah rasakan. Pengalaman ini merupakan salah satu pengalaman berharga admin di kelas 10. Banyak yang mengatakan kalau yang saya lakukan tidak sesuai jurusan saya. Tapi ya sudahlah itu pendapat orang:V , kalau menurut saya yang saya lakukan sangat cocok untuk jurusan saya. Ini terkait dengan ekonomi dan manajemen walaupun jurusan saya termasuk jurusan IT. Anak muda harus bisa berwirausaha.

Baca juga :
Makna dan Arti Logo Sepatu Nike β€œJust Do It”
Dasar Bahasa Pemrograman C++ 2

1) Jualan online baju dan Hoodie

Pertama yang saya jual adalah baju dan hoodie. Baju dan hoodie itu saya jual secara online. Ada sistem nya juga jadi tidak sembarangan. Sistem bayar DP 50%, ini dilakukan agar saya dan pembeli langsung terhubung dan saling percaya.

Begitu barang datang, pembeli perlu membayar sisa dari DP 50%. Barang yang pembeli pesan ke saya pun harus pre – order. Minggu ini buka PO sampai Minggu depan maksimal 10 barang. Begitu Minggu depan, saya langsung pesankan dan akan sampai di tangan pembeli dalam waktu seminggu. Awal – awal bisnis ini saja saya sudah bisa bayar ongkos naik angkot kesekolah, senang banget wkwkwk. Sempat sih saat dihitung saya akan mengalami kerugian pada open PO yang kedua, saya pun mencari cara untuk menutupi kerugian dan bahkan bisa mendapat untung walau tidak menaikkan harga.

Kenapa mengalami kerugian? Apa tidak diperhitungkan harga jual dan belinya serta ongkosnya? Semua sudah diperhitungkan tetapi ternyata ongkos kirim dapat berubah. Yang open PO pertama itu lagi diskon ongkirnya dan saya melupakan karena terlalu senang bisnis pertama lancar.

Akhirnya saya pun menemukan caranya bahkan dapat menambah Untung buat saya. Saya membuka PO lebih lama sedikit sekitar seminggu 2 hari dan memiliki 3 reseller yang dapat menaikkan angka pembelian karena mereka banyak mengiklan barang saya. Reseller tersebut mengambil keuntungan sendiri tanpa meminta kepada saya.

Hal ini terus berlanjut hingga Awal Desember 2018, saya memutuskan berhenti karena harus fokus sekolah dan ujian akhir semester sudah ada didepan mata. Akhir – akhir saya jualan baju dan Hoodie, saya dihujani banyak pesanan. Saya senang bisa mengurus lebih banyak penjualan. Tapi Mama saya memperingatkan lagi, tujuan saya yang utama adalah sekolah, jangan sampai tidak fokus sama sekali kesekolah.

2) Jualan Online Puding

Bisnis saya yang kedua adalah berjualan puding. Selama Jualan Online Baju dan hoodie, untuk tambah – tambah uang jajan saya berjualan puding secara online. Terinspirasi dari adik saya yang suka makan puding coklat dan merasakan enaknya puding hampir tiap minggu, saya berpikir ini adalah peluang untuk berbisnis. Saya rasa puding ini enak dan cara membuatnya juga gampang. Modal yang saya keluarkan juga tidak banyak. Saya hanya harus menyiapkan tempat puding, bubuk puding, susu kental manis, sendok kecil, air putih, dan isolasi. Untuk kompor, saya pinjam kompor Mbah Buyut πŸ˜„ wkwkwk……

Tempat puding yang saya pakai berupa cup kecil. Puding yang dijual memiliki varian rasa, ada rasa coklat, strawberry, vanilla, kacang hijau, capuccino, mangga, dan pandan. Saya mematok harga Rp 1000 per cup puding kecil dan Rp 2000 per cup puding sedang.

Bisnis saya yang kedua ini tidak pernah mengalami kerugian. Bisnis makanan ringan memang sangat bagus. Apalagi cuaca panas, puding dapat menyegarkan dan mengganjal perut untuk sementara. Saya mengiklankan di grup – grup WhatsApp, story WhatsApp, dan instagram. Bisnis ini juga memakai sistem. Sistemnya adalah harus pesan baru saya akan membawa keesokan harinya disekolah maupun ditempat lain.

Paling banyak pesanan disekolah adalah 32 cup puding kecil dan 29 cup puding sedang. Sedangkan diluar bisa sampai 20 cup. Pernah sebulan penuh saya tidak meminta uang jajan sama sekali, orang tua bangga pada saya yang tidak malu untuk berjualan. Mengapa harus malu? Toh saya mencari rejeki dengan halal. Saya malah merasa senang karena saya bisa membantu Mama yang seorang single parents.

Banyak yang mendukung saya dan ada juga yang suka ejek saya. Mereka yang mengejek saya entah karena bercanda ataupun beneran menghina, saya biarkan saja dan memaklumi karena mereka itu nggak tau apa – apa. Mereka nggak mengerti bagaimana dan tidak merasakan pengalaman yang saya punya.

Saya berhenti berjualan puding setelah ujian akhir semester dikarena saya harus siap – siap dan mengurusi hal hal yang berkaitan dengan Casual yang saya ikuti secara langsung setelah rapotan dan alasan lainnya adalah saya mau fokus pada hobi saya , yaitu menulis di blog. Saya ingin jadi blogger.

Ayo anak muda Indonesia bangkitkan semangat wirausaha. Belajarlah berwirausaha, sekecil apapun bila dijalani lama – lama akan besar juga. Hilangkan rasa malu mu karena wirausaha bukanlah mengemis. Bisnis adalah bisnis.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *