Sejarah Kopi dan Masuknya Kopi ke Indonesia

Kamu sering minum kopi? Dimanakah kopi pertama kali ditanam? Siapa penemunya? Kapan kopi ditemukan? Bagaimana sejarahnya hingga masuk ke Indonesia?


Minuman kopi sudah banyak dibudidayakan di Indonesia, contohnya di daerah Kayumas, Situbondo, Jawa Timur. Orang – orang di Indonesia tidak dapat terlepas dari minuman satu ini karena khasiatnya. Kopi menyebabkan tahan terhadap kantuk dan menambah konsentrasi peminumnya. Tapi kopi sendiri pertama kalinya tidak ditanam di Indonesia loh.


Tanaman kopi pertama kali ditemukan sekitar abad ke 9. Si hitam ini pertama kali di budidayakan di Ethiopia, Afrika. Katanya sih penemu kopi yang pertama kali adalah seorang penggembala. Dia menggembala didaratan tinggi di wilayah Ethiopia. Suatu saat dia menemukan tanaman mirip buah berry yang dimakan oleh kambingnya, lalu efek tanaman itu membuat kambingnya terjaga sepanjang malam. Berawal dari kejadian itu, dia mencoba untuk mengolah kopi. HIngga saat mesin penghancur kopi ditemukan dan kopi dapat dinikmati dengan mudah saat ini.


Menurut William H. Ukkers dalam bukunya yang berjudul All about coffe (1992) kata ‘kopi’ diadaptasi dari bahasa Arab, yaitu qahwa dan bahasa Turki, yaitu kahveh. Arti dalam bahasa – bahasa ini merujuk ke minuman yang terbuat dari biji – bijian yang kemudian diseduh dengan air panas. Namun, dalam bahasa Arab, qahwa berarti kuat. Di Indonesia sendiri kemungkinan kata kopi diadopsi dari bahasa Belanda, yaitu koffie.


Penanaman Kopi secara massal dibeberapa daerah menyebabkan kopi tidak hanya bisa didapatkan di Ethiopia saja, namun beberapa daerah lainnya. Dahulu pernah ada larangan meminum kopi di Arab dan Mesir sekitar abad 15. Larangan ini dicabut oleh Sultan Selim 1 dari kesultanan Ustmaniyah. Namun pada abad ke 16 kembali adanya larangan meminum kopi dan membuka kedai kopi. Perdagangan kopi mulai menyebar kedaerah Eropa pada abad ke 16. Pedagang Arab yang mendapatkan biji kopi ini, ingin mengisolasi tanaman biji hitam ini, tetapi tidak berhasil karena orang Belanda berhasil menyelundupkan bibit tumbuhan ini.


Kopi disebar-luaskan menggunakan jalur perdagangan hingga ke Asia. Orang Eropa membudidayakan kopi juga tetapi sedikit yang berhasil karena cuaca yang tidak mendukung. Belanda yang saat itu menjajah Indonesia, membawa kopi dan membudidayakan kopi di Indonesia. Jenis kopi pertama yang dibudidayakan adalah jenis kopi Arabica, tetapi karena terkena penyakit karat daun dan tidak berhasil didaratan rendah, Belanda mengganti dengan jenis kopi Robusta yang dipercaya lebih kuat daripada kopi berjenis Arabica. Namun Usaha ini gagal lagi karena tumbuhan kopi jenis Robusta juga terkena penyakit karat daun. Pada akhirnya Belanda mendatangkan kopi berjenis Excelsa. Kopi dengan jenis Excelsa ini berhasil dibudidayakan didaratan rendah dan tahan dengan karat daun sehingga Belanda sukses dengan pabrik kopinya. Dulu sekitar tahun 1700 Sebelum Masehi, pabrik terbesar kopi ada di Indonesia pada tahun penjajahan Belanda. Kopi dibudidayakan di Batavia selama 10 tahun. Karena keberhasilan ini, Belanda membudidayakan didaerah lain seperti di Aceh, Jawa Barat dan daerah lainnya. Kopi di Indonesia terkenal dengan nama Java Coffe.


Kemerdekaan pada tahun 1945, membuat Indonesia menasionalisasikan pabrik – pabrik kopi yang Belanda buat di Indonesia.

kota kota dengan permintaan terbesar didunia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *