Setter dan Getter Pada Pemrograman Berorientasi Objek

Setter dan Getter Pada Pemrograman Berorientasi Objek? Seperti apa Setter dan Getter Pada Pemrograman Berorientasi Objek? Apa kegunannya dan bagaimana contohnya?

Pemrograman berorientasi objek merupakan paradigm pemrograman modern yang sudah terkenal. Kamu mungkin akan menggunakan pemrograman berorientasi saat ngoding menggunakan bahasa pemrograman yang berorientasi objek seperti Java. Tetapi kita juga bisa menggunakan gaya paradigma berorientsi pada bahasa pemrograman PHP. Jika menggunakan pemrograman berorientasi objek, di dalam suatu class induk atau parent kita memiliki attribute atau fields, dan beberapa method. Attribute dan method bisa bekerja sama. Salah satunya melalui method setter dan getter.

Baca juga :
Preview Smartphone Gaming ASUS ROG Phone 3 – The Ultimate Winner

Manfaat dan Keuntungan Menggunakan SQLite

Apa itu setter dan getter? Setter adalah method yang digunakan untuk memberikan nilai pada attribute atau fields yang memiliki access modifier private. Setter biasanya menggunakan access modifier atau visibilitas object public. Yang berarti method setter dapat diakses oleh kelas lain. Sedangkan method getter digunakan untuk mendapatkan nilai dari attribute atau fields yang memiliki access modifier private. Sama seperti setter, access modifier dari method getter juga menggunakan access modifier public agar dapat diakses oleh kelas lain. Getter dan setter memiliki peranan penting untuk mendapatkan data dan dapat dipakai berkali – kali. Contoh kasus setter dan getter dikehidupan nyata adalah perpustakaan dan pelajar. Dimana pelajar akan meminjam buku dari perpustakaan. Pelajar membutuhkan penjaga perpustakaan untuk mendapatkan buku yang ingin dipinjam maupun mengembalikan buku yang sudah dipinjam. Contoh kasus diatas jika di ubah menjadi kode akan menjadi seperti ini:

Kemudian diakses seperti kode dibawah ini, dimana kita harus menggunakan instance dari class perpustakaan :

Pada contoh diatas, kita menggunakan bahasa pemrograman Java. Lalu bagaimana jika dijadikan kode PHP? Berikut ini contoh setter dan getter menggunakan bahasa pemrograman PHP :

Kegunaan dan manfaat dari setter dan getter diantaranya membantu untuk mengakses attribute atau fields yang memiliki access modifier private, membuat nilai pada pre-processing,  mengatur kewenangan akses, dan membuat attribute yang read-only ataupun write-only. Jika kamu menggunakan bahasa pemrograman Java untuk membuat aplikasi Android, kamu akan sering bertemu dengan method setter dan getter. Di Android Studio kita juga bisa langsung meng-generate method setter dan getter untuk tiap tiap attribute atau fields yang ada.

Baca juga : 10 Website UKM Yang Dapat Dijadikan Rujukan Untuk Membuat Website UKM

Sekian, terimakasih, dan semoga bermanfaat:)